Panduan Wisata Kota Jakarta

Jakarta termasuk salah satu kota unik di Asia. Memiliki magnet tersendiri menarik banyak orang untuk datang berkunjung ke dalamnya. Selain sebagai kota pusat pemerintahan alias ibukota negara, Jakarta memang sangat menggoda. Ada banyak hal yang bisa membuat orang kangen lalu ingin kembali lagi jika ada kesempatan. Tak hanya warga lokal dari seluruh nusantara melainkan juga warga asing dari berbagai belahan dunia. Makanya ada syair lagu: "ke Jakarta aku kan kembali...walaupun apa yang kan terjadi..." Mungkin salah satunya adalah anda atau kita-kita semua.

 

Kota Terbesar di Indonesia

 

Jakarta adalah kota terbesar di Indonesia. Wajar karena merupakan ibukota negara sejak republik ini bersatu dan berdiri. Terbagi ke dalam 6 wilayah administrasi yakni: Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan dan Kepulauan Seribu. Tiap-tiap wilayah punya ciri khasnya tersendiri. Boleh dibilang "semua yang kau mau dan mau apa" tersedia di kota Jakarta. Ya pusat pemerintahan, pusat bisnis, ekonomi, perdagangan, transaksi keuangan, budaya, pendidikan bahkan sosial politik. Omongin politik bisa lebih seru lagi. Pengamat politik selalu bilang, "setiap calon atau pasangan calon presiden dan wakil presiden jika berhasil menguasai Jakarta maka akan menguasai Indonesia". Mungkin maksudnya jika sudah bisa menguasai elit-elit politik di Jakarta maka pasti akhirnya terpilih jadi presiden dan wakil presiden Indonesia berikutnya. Hmm..bisa jadi.

 

Mengunjungi Jakarta

 

Anda harus main atau berliburan ke Jakarta jika punya kesempatan. Minimal anda tahu seperti apa wujud asli ibukota negara ini. Tidak cukup hanya mendengar cerita orang atau menonton lewat tayangan Youtube apalagi televisi. Mengenali Jakarta akan membuat anda mencintai negeri yang plural ini. 

 

Bagaimana caranya mengunjungi Jakarta? Kota Jakarta bisa dikunjungi, didatangi atau diakses baik lewat jalur darat, laut ataupun udara. Jalur udara dalam hal ini penerbangan komersil adalah akses yang paling banyak dipergunakan dan paling mudah. Semua penerbangan dari seluruh kota di Indonesia atau seluruh dunia pasti memiliki penerbangan dari dan ke Jakarta. 

 

Penerbangan Udara

 

Ada dua bandara yang siap melayani anda menuju ke atau keluar dari Jakarta yakni: 

 

Soekarno-Hatta International Airport (SHIA) dulunya masuk wilayah Jakarta. Namun sejak Banten berdiri sebagai sebuah provinsi tersendiri terpisah dari Provinsi Jawa Barat maka SHIA sekarang berada di Provinsi Banten. Lokasi dan aksesnya tidak berubah, yang berubah hanyalah wilayah administrasinya saja.

 

SHIA adalah bandar udara komersil terbesar di Indonesia dan sampai saat ini menjadi pilihan pertama dari banyak orang yang ingin ke Jakarta. Jaraknya dari Jakarta Barat memang hanya dalam hitungan menit. Sementara Bandara Halim Perdanakusuma yang pada awalnya bandara khusus penerbangan militer dan kepresidenan terbilang baru untuk jalur penerbangan komersil. Lokasinya berada di Jakarta Timur. Dua bandara ini sama-sama bisa menjadi tujuan penerbangan ke Jakarta. Silakan cek kembali jadwal penerbangan di kota anda serta maskapai apa yang anda pergunakan.

 

Jalur Darat

 

Jalur darat sudah pasti bisa dipakai menuju Jakarta. Dari Aceh di ujung Pulau Sumatra hingga Pulau Bali bisa mengakses Jakarta lewat kendaraan bermotor. Entah itu kendaraan umum seperti bus antar kota antar provinsi (AKAP), bus pariwisata atau kendaraan pribadi (mobil/motor), dsb. Karena Indonesia adalah negara kepulauan yang terpisah-pisah maka ada beberapa penyeberangan laut atau selat di mana kendaraan harus masuk ke kapal penyeberangan. Kalau datangnya dari Sumatra maka harus melewati pelabuhan penyeberangan Bakauheni (Lampung) - Merak (Banten). Jika dari Bali maka harus menyeberangi pelabuhan Gilimanuk (Bali) - Ketapang (Banyuwangi - Jawa Timur). Setelah itu baru tancap gas lewat darat ke Jakarta baik melalui jalan tol bebas hambatan atau jalan umum biasa.

 

Jika tidak memiliki kendaraan pribadi, moda transportasi darat yang bisa dipergunakan untuk ke Jakarta antara lain: bus, kereta api, taksi antar kota (tour travel) atau mobil sewaan pribadi. Dari wilayah mana pun bisa sepanjang masih berada di Pulau Jawa!


Jika naik bus antar kota atau antar provinsi maka bisa mengakses atau tiba di beberapa terminal seperti:

  • Terminal Kampung Rambutan.
  • Terminal Pulo Gadung.
  • Terminal Pulo Gebang.
  • Terminal Kalideres.
  • Terminal Lebak Bulus.
  • Terminal Tanjung Priok.
  • Terminal Grogol.
  • Terminal Blok M.
  • Pool DAMRI Kemayoran.

Harap cek kembali tujuan anda dengan lokasi terminal agar tidak kejauhan. Sebab di Jakarta masih ada beberapa terminal kecil atau terminal bayangan seperti terminal Pasar Rebo, terminal Pasar Minggu, dll. Beberapa armada bus juga ada yang berhenti di sana atau bisa juga berhenti di agen perjalanan terdekat, kantor perwakilan/cabang atau pools mereka di mana saja. Tergantung armada bus merek apa yang anda pergunakan dan dari kota mana berasal. Sementara untuk akses naik dan tujuan lewat jalur kereta api luar kota maka bisa menuju beberapa stasiun kereta api besar di Jakarta seperti:
  • Stasiun Gambir.
  • Stasiun Jakarta Kota.
  • Stasiun Pasar Senen.
  • Stasiun Jatinegara.

Sebenarnya ada banyak stasiun pemberhentian kereta api di Jakarta hanya saja biasanya hanya melayani jalur kereta api antar kota terdekat seperti Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi. Akses kereta api dari dan ke Jakarta hanya bisa anda dapatkan jika berada di Pulau Jawa. Belum ada koneksi kereta api langsung dari Pulau Sumatra ke Jakarta.

 

Untuk wilayah luar Pulau Jawa, Bali dan Sumatra, jika ingin membawa kendaraan pribadi seperti mobil ke Jakarta maka salah satu cara terbaik dan terefektif adalah mengirimkan kendaraan tersebut lewat ekspedisi khusus. Kita tinggal ambil ke perwakilan kantor cabang ekspedisi. Bisa langsung ke Jakarta (Pelabuhan Tanjung Priok atau Sunda Kelapa) atau kota-kota terdekat lainnya di Jawa yang memiliki pelabuhan seperti Surabaya (Tanjung Perak, Kalimas, Ujung), Semarang (Tanjung Emas), Cirebon dan seterusnya. Ambil yang terdekat dan termudah saja. Kitanya yang berangkat menggunakan pesawat terbang ke kota tujuan kendaraan dikirimkan. Baru dari sana kita mengendarai kendaraan kita masuk menuju Jakarta lewat jalan tol atau jalur darat. Intinya anda harus sampai di Jawa!

 

Angkutan Laut

 

Lewat jalur laut juga sangat memungkinkan untuk tiba di Jakarta. Memang biaya tiket perjalanan lebih murah daripada pesawat terbang namun waktu yang dibutuhkan juga lebih lama. Pelabuhan Tanjung Priok yang berada di Jakarta Utara merupakan salah satu pelabuhan pemberangkatan dan kedatangan penumpang lewat jalur laut. Bisa diakses dari seluruh pelabuhan penumpang dari berbagai kota di Indonesia tergantung nama kapalnya meski jadwalnya masih sering gonta-ganti. Untuk pelayanan komersil dari pelabuhan internasional rasanya belum ada meski dulu sempat ada. 


Sementara pelabuhan-pelabuhan kecil pendukung lainnya ada hanya saja terbatas akses khusus jalur penumpang atau berliburan. Sebut saja seperti Pelabuhan Sunda Kelapa, Pelabuhan Kamal Muara, Pelabuhan Marina Ancol, Pelabuhan Muara Angke, Pantai Mutiara, Pelabuhan Marunda, dsb.

 

Tinggal dan Berkeliling Jakarta

 

Penginapan

 

Jika tidak memiliki saudara, kenalan atau relasi yang sudah menetap di Jakarta maka kita bisa menginap di hotel, apartemen, rumah kost, guest house, motel, villa, dsb. Ada banyak pilihan menginap di Jakarta mulai dari hotel bintang lima hingga yang paling murah seperti kost-kost sewa harian. Kalau anda datang ke Jakarta untuk urusan bisnis atau pekerjaan, tentu semua sudah diatur oleh perusahaan anda. Santai saja karena soal menginap sangatlah mudah asal punya uang.

 

Makan Minum

 

Tak perlu kuatir. Ada banyak jenis makanan minuman dari seluruh nusantara atau mancanegara. Tradisional atau modern. Halal, non-halal hingga vegetarian semuanya tersedia lengkap. Pokoknya sama seperti kota-kota besar di belahan dunia manapun. Yang penting kocek selalu ada uang maka apapun bisa kita dapatkan di Jakarta. Restoran mewah, rumah makan sederhana, fast-food waralaba, warung makan, kedai, depot, food street (kaki-5), kantin, warung kopi, warung indomie, jajanan keliling yang memakai sepeda atau motor, dsb. Kalau mau makan di tempat yang menurut sebagian warga Jakarta tergolong murah meriah serta mudah dijumpai adalah "warteg" (warung Tegal) dan "warmindo" (warung makan indomie).  

 

Warteg adalah rumah makan sederhana murah meriah yang biasa dikelola oleh pendatang dari Tegal. Menyebar merata hampir di semua sudut-sudut Ibukota. Sementara warung makan indomie lebih menjajakan makanan siap saji yakni mie instan, kopi, roti bakar, bubur kacang hijau, serta jajanan lainnya. Gampang ditemukan dan biasanya buka hingga tengah malam dan ada yang buka 24 jam non-stop.

 

Transportasi

 

Tak perlu kuatir jika tidak memiliki kendaraan pribadi. Armada transportasi sangat lengkap di ibukota dan tersedia 24 jam meski ada yang terjadwal. Mulai dari taksi, mobil sewaan pribadi (rent car), angkutan kota (angkot), bus dalam kota, bus antar kota, bus antar provinsi, busway TransJakarta, ojek, bajaj, bemo, dsb. Belum termasuk aplikasi taksi online semacam Grab-Car atau Go-Car yang melayani 24 jam non-stop. Taksi pun ada banyak jenisnya dari taksi biasa, taksi khusus hingga taksi mewah dengan mobil bermerek dan tercanggih seperti Tesla. Yang penting dompet siapin duit saja!

 

Moda transportasi yang paling terkenal adalah busway TransJakarta. Bisa diakses dari seluruh wilayah Jakarta dan cukup satu kali pembelian tiket maka kita bisa keliling memandang kota Jakarta (halte ke halte) asal tidak keluar dari halte yang ada. Apakah ada layanan bus gratis keliling Jakarta? Ada! Namanya TransJakarta Explorer. Khusus melayani wisata populer seputar kota Jakarta mulai dari gedung bersejarah atau kota tua, museum, kawasan bisnis perkantoran, cagar budaya, pusat belanja, taman kota, kuliner, dsb. 

 

Belanja

 

Ada banyak tempat atau kawasan wisata belanja yang sebagian memang dalam bentuk pusat perbelanjaan modern (mal/plaza), pasar tradisional atau kawasan belanja bisnis terpadu (central business district = CBD). Jakarta termasuk kota yang memiliki banyak sekali mal dan termasuk salah satu surga belanja dunia. Total ada sekitar 108 mal tersebar merata di seluruh wilayah Jakarta kecuali Kepulauan Seribu. Belum termasuk mal-mal di kota terdekat seperti Bekasi, Depok, Tangerang dan Bogor. Jadi tak perlu kuatir soal belanja atau bahkan kulakan untuk urusan jual beli kembali.


Hiburan dan Rekreasi


Mengajak anak berliburan ke Jakarta adalah pilihan yang tepat jika tidak bisa ke luar negeri. Selain pusat perbelanjaan yang juga merupakan area hiburan dan liburan, Jakarta juga ada kawasan sejarah kota tua, kebun binatang, taman rekreasi, wahana anak, pantai, danau, hutan kota dan kawasan mangrove serta kuliner. Untuk liburan laut atau pulau juga sangat memungkinkan karena ada Kepulauan Seribu. Liburan anti mainstream juga tersedia seperti rumah berhantu, kawasan kumuh, dst. Yang tidak ada hanya pegunungan atau perbukitan. Biasanya warga Jakarta akan ke Puncak (Bogor). Jaraknya pun tidak terlalu jauh.

 

Untuk hiburan malam (nightlife) Jakarta adalah salah satu yang terbaik di Asia. Mulai dari diskotik, cafe, karaoke, spa sauna, panti pijat, restoran 24 jam, kopitiam 24 jam, jajanan kaki-5 dan seterusnya. Layaknya kota metropolitan di seluruh dunia yang selalu "on" sepanjang hari. Pagi ada aktivitas pagi, malam pun ada aktivitas malam. Yang tidak ada hanya hiburan kasino legal meski dulu pernah ada dan sempat sangat terkenal di Asia Tenggara pada zamannya. Zaman berubah maka semuanya akan terus berubah! Yang abadi hanya perubahan itu sendiri.


Suhu Udara


Jakarta termasuk salah satu kota yang bersuhu udara panas terutama di musim kemarau panjang. Meski demikian mungkin karena tingkat polusi asap yang tinggi membuat panasnya matahari tertahan di angkasa. Panas tetapi tidak cepat membuat kulit hitam, begitu kata orang. Jika musim hujan tiba, Jakarta bisa tiap hari hujan bahkan banjir besar. Tercatat Jakarta sudah beberapa kali banjir yang benar-benar mengerikan dan membuat semuanya lumpuh beberapa hari lamanya.


Selain itu ancaman naiknya permukaan laut dari wilayah pantai Jakarta Utara selalu menjadi bayang-bayang ketakutan bagi warga Jakarta di masa depan. Karena permukaan tanah Jakarta memang setiap tahun semakin menurun.

 

Kriminalitas

 

Meski ada pameo yang berkata orang kota besar cuek dan egois, sebenarnya Jakarta memiliki masyarakat yang sangat peduli, kompak, damai dan hidup harmonis. Maklum adalah ibukota negara. Semua suku, etnis dan bangsa ada di Jakarta. Apa kata dunia jika ibukota setiap saat bergejolak? Gesekan-gesekan kecil antar masyarakat biasanya muncul hanya menjelang momen-momen politik seperti pemilihan kepala daerah (pilkada gubernur) dan pemilu (pemilihan presiden). Namun konflik kecil ini bisa semakin panjang dan lama jika sudah mulai disusupi kelompok radikal atau bahkan jaringan terorisme yang ingin berkuasa. Meski pilkada dan pemilu selesai, kelompok-kelompok ini terus menebar ancaman dan memprovokasi masyarakat Jakarta tanpa tahu kapan akan selesai.

 

Sementara untuk kejahatan secara umum meski dalam skala kecil adalah seperti: perampokan, begal, pencurian, copet, pemerkosaan hingga pembunuhan bisa saja terjadi. Para pelaku biasanya bukan asli warga Jakarta atau mereka yang sudah bermukim lama di Jakarta melainkan para pendatang dari berbagai daerah di Indonesia bahkan jaringan internasional. Bom meledak akibat ulah terorisme juga sudah beberapa kali terjadi dan menelan banyak korban meski dulunya di zaman pemerintahan Presiden Soeharto hampir tidak pernah terjadi. Yang harus lebih diwaspadai adalah kejahatan jalanan yakni perampasan kendaraan dengan ancaman kekerasan (begal). Kerap menimpa mereka yang pulang malam sendirian naik motor atau melintasi daerah-daerah sepi perbatasan dengan Jakarta seperti Bekasi, Tangerang, Depok dan Bogor. Sementara kejahatan copet dan pencurian juga bisa terjadi di pusat keramaian seperti mal, supermarket, restoran, taman hiburan, dst. 


Kota-Kota Dekat Jakarta


Jakarta diapit oleh beberapa kota atau wilayah yang memang menjadi pendukung kemajuannya sejak dulu. Sebut saja seperti Bogot, Depok, Tangerang, Bekasi, Cianjur, dst. Makanya dikenal istilah Jabodetabek atau Jabodetabekjur yang di masa depan akan dikembangkan secara terintegrasi menjadi kota megapolitan. Bukan metropolitan lagi!


Siang hari kota Jakarta akan jauh lebih padat dan ramai karena arus datang para pekerja yang tinggal di kota-kota terdekat. Mereka biasanya mencari nafkah atau bekerja di Jakarta. Di malam hari maka kepadatan Jakarta akan jauh berkurang drastis karena pulang kerjanya warga kota sekitarnya.


Namun secara umum: Jakarta adalah kota yang nyaman, ramai, heboh, warganya sangat bersahabat, setia kawan dan layak dikunjungi. Asal kita pintar bersikap, baik sama semua orang, sopan dalam bergaul, waspada dan tidak suka menghina orang! Welcome to Jakarta!